Evaluasi dalam Pembelajaran Anak Usia Dini
1.
Pengertian
a.
Evaluasi
Pengertian evaluasi, penilaian dan pengukuran
cenderung dianggap sama oleh sebagian orang maupun guru sehingga para guru,
mulai dari guru TK hingga guru sekolah menengah menggunakan ketiga istilah
tersebut sebagai hal yang sama.
Davies
mengemukakan bahwa evaluasi merupakan proses untuk memberikan atau menetapkan
nilai kepada sejumlah tujuan, kegiatan, keputusan, unjuk kerja, proses, orang,
maupun objek (Davies, 1981:3). Menurut Wand dan Brown, evaluasi merupakan suatu proses untuk menentukan
nilai dari sesuatu (dalam Nurkancana, 1986:1).
Pengertian evaluasi lebih dipertegas
lagi dengan batasan sebagai proses memberikan atau menentukan nilai kepada
objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu ( Sudjana, 1990:3).
Menurut linn dan gronlund ( siti isyah 2007: 6.5)
evaluasi dalah proses yang sistematis untuk pengumpulan, penganalisisan dan
penafsiran informasi untuk menentukan sejauh mana anak dapat mencapai tujuan
pembelajaran. Evaluasi berfokus pada nilai data yang di gunakan untuk tujuan
khusus evaluasi melibatkan analisis yang sistematis tentang fakta atau
keterangan untuk membuat keputusan normatif tentang maksud dari hasil evaluasi
tersebut.
Menurut frith dan macintosh evaluasi berkaitan dengan
efektifitas metode mengajar. Menurut ralph tayler eveluasi merupakan
sebuah proses mana tujuan pendidikan untuk menentukan sejauh mana, dalam hal
apa dan bagiamana tujuan pendidikan tercapai. Jika belum kenapa belum dan apa
sebabnya. ( dikutip dari suharsimi (2003 hal 2)
Dalam arti luas evalusi adalah suatu proses
merencanakan, memperoleh dan menyediakan informasi yang sangat di perlukan
untuk membuat alternatif-alternatif keputusan maka setiap kegiatan evaluasi
atau penilaian merupakan suatu proses yang sengaja di rencanakan untuk
memperoleh informasi dan berdasarkan informasi tersebut, kemudian di ambil
keputusan.
Dalam hubunganya dengan kegitan pembelajaran dan
pendidikan,. Wrigstone dan kawan-kawan mengemukakan evaluasi pendidikan adalah
penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan anaknke arah tujuan- tujuan atau
nilai-nilai yang telah di terapkan dalam kurikulum ( ngalim purwanto 2000:3)
Dari berbagai pengertian di atas. Tiga aspek yang
perlu di perhatikan agar dapat lebih memahami maksud dari evaluasi, khusunya
evaluasi pembelajaran yaitu:
1.
Kegiatan
evaluasi yang merupakan proses yang sistematis.
Hal ini berari bahwa kegiatan evaluasi dalam
pembelajaran merupakan kegiatan yang di rencanakan dan di lakukan secara
berkesinambungan. Kegiatan tersebut di laukan sejak permulaan, selama dan
sampai akhir program.
2.
Kegiatan
evaluasi memerlukan berbagai informasi atau data yang menyangkut objek yang di
evaluasi.
Dalam kegiatan pembelajaran, data atau informasi yang
di maksud adapat berupa sikap atau prilaku selama proses dan hasil karya anak.
2.
Kegiatan evaluasi pembelajaran tidak
dapat di lepaskan dari tujuan pembelajaran yang hendak di capai.
Karakteristik
Evaluasi
- Validitas adalah Alat evaluasi harus sahih yakni mengukur apa yang hendak diukur dengan tepat.
- Reabilitas adalah Alat evaluasi harus ardal artinya alat evaluasi harus menghasilkan hasil ukur yang sama jika dipakai kapanpun dan dimanapun.
- Dekriminatif adalah evaluasi harus dapat menghasilkan/ menunjukkan hasil yang berbeda-beda pada setiap anak.
- Praktis adalah alat evaluasi harus praktis yakni mudah untuk digunakan.
b.
Penilaian
Penilaian
terhadap suatu program pendidikan akan sangat membantu dalam kegiatan
pembelajaran. Penilaian dapat membantu meningkatkan kualitas program maupun
kegiatan belajar anak peserta program pendidikan. Bagi guru, penilaian
merupakan alat bantu dalam memperbaiki pendidikan dan pembelajaran anak di
kelasnya.
Penilaian
seringkali dianggap sama dengan tes meskipun penilaian lebih dari sekadar tes,
penilaian digunakan untuk berbagai keperluan dalam usaha memahami dan mendapat
gambaran mengenai perkembangan seorang anak.
Menurut
Brewer (dikutip dari patmonodewo : 1995, h. 113) penilaian adalah penggunaan
sistem evaluasi yang bersifat komprehensif (menyeluruh) untuk menentukan kualitas
dari suatu program atau kemajuan dari seorang anak meliputi perkembangan
sosial, emosional, fisik motorik, dan perkembangan intelektualnya. Penilaian
yang dilakukan terhadap program pendidikan meliputi keberhasilan anak,
keberhasilan guru serta kepuasan orang tua anak terhadap hasil yang telah
dicapai.
Penilaian
tidak dapat memperbaiki kualitas anak maupun program, kecual penilaian tersebut
dimamfaatkan dan dipergunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan keputusan
dalam menyusun kurikulum. Penilaian dapat bersifat formal dan informal dan
penilaian biasanya menggambarkan suatu proses. Pada modul ini istilah penilaian
dan evaluasi digunakan sebagai arti yang sama (suharsimi : 2003, hal 3).
3.
Penilaian
pada Anak Usia Dini
Penilaian di
TK merupakan usaha mendapatkan berbagai informasi secara berkala,
berkesinambungan serta menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan
daan perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui kegiatan belajar.
Penilaian ini juga merupakan upaya untuk mendapatkan informasi atau data secara
menyeluruh yang menyangkut semua aspek kepribadian anak terhadap proses dan
hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai melalui proses
pembelajaran, meliputi perkembangan fisik motorik, sosial, emosi, kognitif, moral,
dan nilai-nilai agama, serta seni.
Tujuan Evaluasi Dalam Proses Pembelajaran Adalah :
a.
Mengetahui apakah materi yang di
pelajari dapat dilanjutkan dengan bahan yang baru/diulangi
b.
Untuk mengetahui taraf efisiensi
metode yang di gunakan oleh pendidik
c.
Untuk mengetahui efektifitas proses
pembelajaran yang dilaksanakan
d.
Untuk
mengetahui apakah komponen-komponen dalam proses pembelajaran sudah memberikan
kontribusi positif bagi proses pembelajaran.
e.
Untuk
mengetahui kesesuaian presepsi dan pemikiran peserta didik dalam mengikuti
proses pembelajaran.
f.
Mengetahui sejauh mana perkembangan
dari pelaksanaan pembelajaran
g.
Mengetahui
perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan apa yang terjadi pada peserta
belajar
h.
Mengetahui sejauh mana ketercapaian
tujuan
i.
Mengetahui dampak apa yang terjadi
dari proses pembelajaran.
j.
Bahan pertimbangan untuk menentuakan
proses selanjutnya agar lebih efektif dan efisien
k.
Mengajak kepada semua pihak untuk
lebih bertanggungjawab terhadap apa yang telah dilakukannya.
l.
Menemukan pada bagian-bagian mana
dari proses pembelajaran yang dianggap belum berhasil
m.
Mengungkapkan kerugian dan manfaat
dari proses pembelajaran
n.
Mengungkapkan faKtor-faktor
pendukung dan penghambat dari proses pembelajaran
o.
Menentukan apakah pendekatan dan
teknik yang digunakan dalam pembelajaran sudah tepat
p.
Menentukan tepat atau tidaknya media
yang digunakan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta belajar
q.
Menentukan
apakah fasilitator memberikan kemudahan peserta belajar memahami materi
kegiatan pelatihan, pembelajaran.
r.
Menentukan tingkat kemajuan
pelaksanaan pembelajaran
Fungsi
Penilain Di Tk
a.
Memberikan umpan balik kepada guru
untuk memperbaiki kegiatan belajar mengajar.
b.
Memberikan informasi kepada orangtua
tentang ketercapaian pertumbuhan dan perkembangan anaknya untuk dapat
memperbaiki dan meningkatkan bimbingan serta motovasi.
c.
Sebagai bahan pertibangan guru untuk
menempatkan anak dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan kemampuan anak
didik yang memingkunkan anak didik mencapai kemampuan secara optimal.
d.
Sebagai bahan masukan bagi pihak
lain yang memerlukan dalam memberikan pembinaan selajutnya.
Tahap Kegiatan Penilaian
Penilaian di TK menggunakan tiga kegiatan utama yang
merupakan rangkaian kerja yang dilakukan oleh guru, diantaranya yaitu :
a.
Mengamati (observation)
Yaitu proses memperhatikan anak atau sekelompok anak
ketika melakukan suatu kegiatan bermain dan belajar.
b.
Mencatat (recording)
Yaitu proses mendokumentasikan ( mengumpulkan catatan)
tentang kegiatan atau dalam suatu kegiatan tertentu yang teramati dengan baik.
Baik bersifat negatif maupun yang bersifat negatif.
c.
Melaporkan (reporting)
Yaitu proses pengambilan keputusan sebagai hasil
pengamatan dan pencatatan yang terdahulu, untuk selnajutnya diinformasikan
kepada orang tua dalam bentuk laporan, baik laporan tertulis maupun tulisan.
Teknik
Pencatatan
Terdapat
beberapa pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan peristiwa, yaitu :
·
Guru selalu menyimpan kertas dan
pensil di kantong/saku untuk dapat menggambarkan kejadian penting dari sebuah
interaksi
·
Menyimpan kertas dan pensil di
ruangan kelas untuk mencatat keterangan
·
Ketika sebuah kegiatan selesai,
catatan-catatan pendek tersebut disalin secara lebih terperinci dan detail ke
dalam sebuah buku besar untuk diarsipkan
·
Membuat catatan harian untuk
menggambarkan pengamatan spesifik dari kesan-kesan umum tentang suatu kegiatan
pada hari tersebut
·
Menggunakan kartu catatan perorangan
untuk setiap anak. Dengan merotasi kartu-kartu tersebut setiap hari, berarti
guru telah mencatat kegiatan anak.
Pelaporan Hasil Penilaian
Setelah dilakukan pengamatan dan pencatatan tertulis,
tahap selanjutnya dari kegiatan evaluasi adalah pelaporan secara tertulis
kepada pihak yang berkepntingan terutama untuk mengetahui sejauh mana anak telah
mencapai kemajuan perkembangan dan belajarnya, hambatan dan hal-hal lain yang
diperlukan sebagai acuan untuk memberikan bimbingan kepada anak.
Laporan hasil evaluasi atau penilaian terhadap anak
adalah elemen yang penting dalam kegiatan pembelajaran anak usia dini.
a)
Hakikat
laporan tertulis
Laporan tertulis adalah sebuah cara formal untuk
memberikan informasi dari pihak sekolah ke pihak orang tua/keluarga. Umumnya
laporan tertulis berisi catatan tertulis tentang :
1) Aspek dari
keseluruhan dimensi perkembangan baik fisik maupun psikis
2)
Aspek
perkembangan secara spesifik/khusus baik yang merupakan kekuatan atau kelemahan
dari anak secara individual
3)
Aspek
kebiasaan sehari-hari anak diasekolah, hal-hal yang disukai dan tidak disukai
4)
Aspek yang
berhubungan dengan pola dan gaya anak ketika berinteraksi dengan orang lain.
b)
Hal-hal yang
perku diperhatikan dalam laporan tertulis
Agar laporan tertulis lebih bermakna dan dapat
dipertanggung jawabkan secara akademis maka terdapat hal penting untuk
diperhatikan oleh guru, di antaranya adalah :
1)
Laporan hendaknya dapat memberikan
gambaran tentang anak pada satu satuan waktu tertentu. Untuk itu perlu di
cantumkan hari, tanggal, dan waktu pengamatan berlansung
2)
Laporan harus
dapat mencerminkan sikap kepedulian secara lansung dan objektif
3)
Menggunakan
ragam bahasa tulis yang positif, dengan penekanan pada kekuatan dan kebutuhan
anak
4)
Berusaha
untuk tidak terkesan menghakimi ketika menulis laporan atau melaporkan perilaku
anak pada keluarga
5)
Semua informasi yang ditulis pada
laporan hendaknya dapat dipertanggungjawabkan
6)
Pada akhir
uraian selalu tawarkan saran-saran mengenai cara-cara yang dapat dilakukan
sebagai alternatif pemecahan masalah
7)
Isi laporan
jangan menimbulkan kecemasan yang mendalam bagi orang tua/keluarga
8)
Informasi tertulis sebaiknya
merupakan tinjauan ulang atas informasi yang pernah didiskusikan oleh guru dan
orang tua
9)
Pada akhir
laporan perlu ada keterangan tentang kapan laporan tersebut dibuat dan ditanda
tangani oleh guru bersangkutan.
c)
Rapor atau
buku laporan kemajuan anak
Brewer berpendapat bahwa rapor atau buku laporan
kemajuan anak bukan merupakan satu-satunya pilihan terbaik untuk suatu
penilaian yang dapat disampaikan kepada orang tua karena dalam laporan tertulis
terdapat keterbatasan sehingga tidak semua kemajuan yang dialami anak selama
satu semester dapat dilaporkan/dituliskan dalam buku tersebut.
Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan
pertemuan dengan orang tua dan mendiskusikan perkembangan dan kemajuan anaknya.
Guru harus mampu menggambarkan kekuatan anak dalam aspek yang dikemukakan dan
bagaimana kemajuannya. Penjelasan pada masing-masing aspek guru perlu
menjelaskan dengan ringkas, padat, dan jelas serta mudah dimengerti oleh oleh
orang tua. Selain itu guru juga perlu menyadari perbedaan tiap anak dan bahwa
setiap anak berbeda dengan anak yang lainnya dan setiap anak adalah unik.
Sumber:
Ai’syah siti, dkk. 2007. Pembelajaran terpadu. Universita terbuka.: Jakarta.
Ariteunto,Suharsimi. 1993. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan.
Jakarta : Bumi Aksara.http://sriwahyunengsi.wordpress.com/2012/12/10/evaluasi-pembelajaran-anak-usia-dini/